Dispatch turut membuat laporan eksklusif mengenai kasus Cha Eun Woo dengan judul berita, “Tidak ada pembenaran untuk penggelapan pajak.. Silsilah keluarga Cha Eun Woo”. Dalam artikelnya, Dispatch menjelaskan dengan detail kenapa akhirnya pihak berwenang melakukan investigasi sejak Juli 2025.
Awal mula kecurigaan penggelapan pajak:
Cha Eun Woo mendirikan perusahaan dengan nama ‘Chas Gallery’ pada 4 Juli 2019 di Anyang. CEO-nya Cha Eun Woo, direktur internal Choi (ibunya), dan auditornya Lee (ayahnya). Fokus perusahaan ini cukup banyak, yakni produksi rekaman, iklan, manajamen artis, restolan, pengelola IP, kosmetik dll.
Alamat perusahaan berubah dari Anyang ke Tongjin-eup pada Juni 2020. 2 tahun kemudian, pindah lagi ke Gimpo, sempat terkenal sebagai ‘restoran belut’ yang dikelola orang tua Cha Eun Woo.
Perubahan perusahaan:
September 2020 ibu Cha Eun Woo menjabat sebagai direktur utama
2022 tiba-tiba mendirikan perseroan terbatas dengan nama L&C.
2024, bikin perusahaan lagi dengan nama The Annie, fokusnya untuk mengelola aset Cha Eun Woo, termasuk properti. L&C tetap berjalan, tapi fokus kepada bisnis yang awal. Alamat The Annie ini berada di restoran belut di Pulau Ganghwa.
Dispatch turut membuat laporan eksklusif mengenai kasus Cha Eun Woo dengan judul berita, “Tidak ada pembenaran untuk penggelapan pajak.. Silsilah keluarga Cha Eun Woo”. Dalam artikelnya, Dispatch menjelaskan dengan detail kenapa akhirnya pihak berwenang melakukan investigasi sejak Juli 2025. Awal mula kecurigaan penggelapan pajak: – Cha Eun Woo mendirikan perusahaan dengan nama ‘Chas Gallery’ pada 4 Juli 2019 di Anyang. CEO-nya Cha Eun Woo, direktur internal Choi (ibunya), dan auditornya Lee (ayahnya). Fokus perusahaan ini cukup banyak, yakni produksi rekaman, iklan, manajamen artis, restolan, pengelola IP, kosmetik dll. – Alamat perusahaan berubah dari Anyang ke Tongjin-eup pada Juni 2020. 2 tahun kemudian, pindah lagi ke Gimpo, sempat terkenal sebagai ‘restoran belut’ yang dikelola orang tua Cha Eun Woo. Perubahan perusahaan: – September 2020 ibu Cha Eun Woo menjabat sebagai direktur utama – 2022 tiba-tiba mendirikan perseroan terbatas dengan nama L&C. – 2024, bikin perusahaan lagi dengan nama The Annie, fokusnya untuk mengelola aset Cha Eun Woo, termasuk properti. L&C tetap berjalan, tapi fokus kepada bisnis yang awal. Alamat The Annie ini berada di restoran belut di Pulau Ganghwa. Nah, penggelapan pajak yang dilakukan Cha Eun Woo ini diperkirakan mencapai 20 miliar won. Dengan asumsi tarif pajak perusahaan sebesar 20%, laba kena pajaknya setidaknya mencapai 100 miliar won. Tapinya lagi, perusahaan keluarga Cha Eun Woo ini sama sekali tidak wajib laporan ke publik, tidak waji audit eksternal, jual beli properti bisa dilakukan, dan keputusan bisa diambil oleh keluarga Cha Eun Woo. Pihak berwenang kemudian curiga dengan Cha Eun Woo yang turut berperan banyak akan hal itu. Saat Fantagio terseret masalah dan hampir bangkrut dan bermasalah juga dengan investor China, Cha Eun Woo tanda tangan kontrak dengan nilai yang besar. Nah di waktu yang sama, Cha Eun Woo membuat perusahaan baru. Berdasarkan laporan Dispatch, ibu Cha Eun Woo seharusnya hanya menerima biaya jasa dari Fantagio, bukan malah menerima semua pendapatan Cha Eun Woo. Itulah sebabnya Dinas Pajak Nasional Korea berhasil mengumpulkan bukti bahwa Cha Eun Woo melakukan penggelapan pajak sebesar 20 miliar won dari perusahaan-perusahaan yang dibuat keluarganya. Di Korea, pajak penghasilan pribadi untuk pendapatan yang mencapai 500 juta -1 miliar bisa dikenakan pajak sebesar 49,5%, sedangkan untuk tarif perusahaan hanya 26,4% dari pendapatan. Bagi orang yang memiliki penghasilan tinggi, kerap membuat perusahaan demi mengurangi pajak sekitar 20%. Ditambah juga pengeluaran biaya tenaga kerja, sewa, dan biaya leasing bisa dikurangkan. Jadi, pajak perusahaan itu terbilang sangat rendah, dibandingkan pajak penghasilan pribadi. Jadi, itulah alsannya kenapa banyak orang dengan penghasilan tinggi di Korea bikin banyak perusahaan, supaya menghindari pembayaran pajak dengan jumlah besar. Pihak berwenang ternyata cukup baik dan memberikan Cha Eun Woo kesempatan pada 2025. Semua diselidiki dengan tenang, sampai Cha Eun Woo sudah menyelesaikan pendaftaran wamilnya. Kini, hasilnya belum ada yang diputuskan secara resmi, namun pihak berwenang sudah menetapkan jumlah kemungkinan penggelapan pajak sebanyak 20 miliar won. >> Dispatch #chaeunwoo#astro
Nah, penggelapan pajak yang dilakukan Cha Eun Woo ini diperkirakan mencapai 20 miliar won. Dengan asumsi tarif pajak perusahaan sebesar 20%, laba kena pajaknya setidaknya mencapai 100 miliar won.
Tapinya lagi, perusahaan keluarga Cha Eun Woo ini sama sekali tidak wajib laporan ke publik, tidak waji audit eksternal, jual beli properti bisa dilakukan, dan keputusan bisa diambil oleh keluarga Cha Eun Woo. Pihak berwenang kemudian curiga dengan Cha Eun Woo yang turut berperan banyak akan hal itu.
Saat Fantagio terseret masalah dan hampir bangkrut dan bermasalah juga dengan investor China, Cha Eun Woo tanda tangan kontrak dengan nilai yang besar. Nah di waktu yang sama, Cha Eun Woo membuat perusahaan baru.
Berdasarkan laporan Dispatch, ibu Cha Eun Woo seharusnya hanya menerima biaya jasa dari Fantagio, bukan malah menerima semua pendapatan Cha Eun Woo. Itulah sebabnya Dinas Pajak Nasional Korea berhasil mengumpulkan bukti bahwa Cha Eun Woo melakukan penggelapan pajak sebesar 20 miliar won dari perusahaan-perusahaan yang dibuat keluarganya.
Di Korea, pajak penghasilan pribadi untuk pendapatan yang mencapai 500 juta -1 miliar bisa dikenakan pajak sebesar 49,5%, sedangkan untuk tarif perusahaan hanya 26,4% dari pendapatan.
Bagi orang yang memiliki penghasilan tinggi, kerap membuat perusahaan demi mengurangi pajak sekitar 20%. Ditambah juga pengeluaran biaya tenaga kerja, sewa, dan biaya leasing bisa dikurangkan. Jadi, pajak perusahaan itu terbilang sangat rendah, dibandingkan pajak penghasilan pribadi.
Jadi, itulah alsannya kenapa banyak orang dengan penghasilan tinggi di Korea bikin banyak perusahaan, supaya menghindari pembayaran pajak dengan jumlah besar.
Pihak berwenang ternyata cukup baik dan memberikan Cha Eun Woo kesempatan pada 2025. Semua diselidiki dengan tenang, sampai Cha Eun Woo sudah menyelesaikan pendaftaran wamilnya. Kini, hasilnya belum ada yang diputuskan secara resmi, namun pihak berwenang sudah menetapkan jumlah kemungkinan penggelapan pajak sebanyak 20 miliar won. Pendapatan Cha Eun Woo yang dikenai pajak diperkirakan mencapai 1 triliun won.