Band Asal China Dihukum Gara-gara Lipsync, Knetz: Kalau Diterapkan di Negara Kita Pasti Banyak Artis KPop Kehilangan Pekerjaan

Mayday Lipscyn

Baru-baru ini, ada salah band yang bernama Mayday, menjadi perbincangan hangat karena melakukan lipsync (sinkronisasi bibir) saat manggung di Shanghai Tiongkok. Mayday terancam mendapat hukuman berdasarkan ketentuan yang berlaku di Tiongkok.  Selama beberapa hari ini, pemerintah kota Shanhai telah membentuk tim ahli untuk mencari kebenarannya.

Mayday adalah salah satu band yang populer di Tiongkok. Tiket konser merekah bahwa terjual habis dalam hitungan lima detik. Namun sebulan setelah penampilan mereka, seorang kritikus musik menuduh mereka melakukan sinkronisasi bibir melalui lima dari dua belas lagu di setlist. Kecurigaan itu berdasarkan analisa bentuk mulut vokalis utama yang diduga tidak sesuai dengan kata-kata yang dinyanyikan.

Ashin Mayday
Ashin Mayday

Ashin, sang vokalis utama band tersebut, dengan keras membantah tuduhan para kritikus. Ashin mengatakan bahwa itu hanyalah fitnah keji, namun dia meyakinkan penggemarnya dengan bekerja sama dengan pemerintah kota dalam proses penyelidikan.

Knetz ikut nimbrung

Knetz di Komunitas Online
Knetz di Komunitas Online

Berita itu telah sampai ke telinga wartawan Korea dan menjadi headline berita. Laporan itu berhasil menarik perhatian para netizen Korea hingga langsung membuat postingan di komunitas online dan mendiskusikan bagaimana jika hukuman itu juga diberlakukan di Korea. Bahkan, ada banyak netizen yang setuju jika hukuman diberlakukan kepada penyanyi yang lipsync.

“Jika lipsync dilarang di negara kita, mungkin setengah artis K-Pop akan kehilangan pekerjaan,”

“Bisakah negara kita menerapkan hal ini juga? Mereka yang melakukan sinkronisasi bibir tidak bisa disebut penyanyi,”

“Eksekusi dan larangan lipsync adalah dua hal yang perlu kita pelajari dari Tiongkok,”

“Tolong, Korea Selatan juga harus melarang sinkronisasi bibir. Jika Anda tidak bisa menyanyi secara live, Anda bukan seorang penyanyo. Kamu hanya seorang penari,”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *