Video klip lagu tebraru LE SSERAFIM bertajuk EASY tuai kontroversi. Netizen di media sosial ramai menebarkan bukti bahwa LE SSERAFIM melakukan tindakan tak wajar di gereja. LE SSERAFIM dan tim produksinya disebut telah menistakan agama Katolik/Kristen.
Berdasarkan pantauan di media sosial X, cara LE SSERAFIM berpakaian dan menari di gereja sangat tidak sopan. Seluruh member menggunakan crop-top, hot pants, dan pakaian tembus pandang. Pakaian yang disebut ‘seksi’ itu ditampilkan di dalam gereja dan menari dengan bebas tanpa merasa bersalah.
Awalnya, banyak fans yang membantah klaim netizen yang menuduh LE SSERAFIM syuting MV easy di gereja. Namun, Sakura dan Huh Yunjin memberikan bukti dengan memposting foto di balik layar pembuatan MV easy. Huh Yunjin pakai gaun off-shoulder dengan belahan tinggi dan Sakura mengenakan gaun tembus pandang yang memperlihatkan bahu dan celana dalamannya.
Melihat foto Huh Yunjin dan Sakura, kini terbukti bahwa rekan-rekan timnya telah melakukan tindakan tidak sopan di gereja.
Pakai atribut gereja dan menempelkan logo grup seenaknya
ini mv terbaru lesserafim judulnya easy. lagunya enak tapi mvnya ampas👎🏻 altar lo pake buat banners, tambourine, twirling, dll asala memuji dan memuliakan Nama Tuhan itu wajar. tapi kalo dipake goyang begituan gak dulu🙏🏼pic.twitter.com/CzvLhhZnYT
— dey ◡̈ 🍉 (@myucheolie) February 21, 2024
Selain gereja, MV tersebut juga menampilkan unsur-unsur agama Katolik/Kristen seperti biarawati dan mahkota duri. Mirisnya, mereka mengubahnya dengan menampilkan simbol grup kdi setiap atribut gereja.
Dalam video klip, LE SSERAFIM menggunakan Wiruk, Salib, dan Lilin. Biasanya, hal itu digunakan pada saat perayaan Ekaristi untuk umat Katolik. Namun, LE SSERAFIM seenaknya menggunakan peralatan itu dan menggantinya dengan logo LE SSERAFIM.
Altar yang begitu suci bagi umat Katolik/Kristen juga dihias dengan logo grup. Ada pula simbol mata yang itu sangat berlawanan dengan umat Katolik/Kristen.
Yups! Diketahui bahwa seluruh agensi yang menjadi label HYBE memang saat ini mencoba menarik perhatian pencinta musik di Barat. LE SSERAFIM pun saat ini mencoba fokus berpromosi di sana. Benar juga, Barat memang dikenal sangat bebas, namun tidak pernah menggunakan gereja dengan sangat tidak wajar.
ini lucu sih alat liturgi di ganti jadi logo mereka wkwk. dari Salib loh? pic.twitter.com/n7Mlx2pyD0
— dey ◡̈ 🍉 (@myucheolie) February 21, 2024
Lokasi syuting LE SSERAFIM itu berada di Immanuel Presbyterian Chursh California. Ada banyak musisi barat yang menggunakannya sebelumnya, tapi tak pernah seenaknya mengubah atribut gereja dengan logo.
Netizen di media sosial menuduh LE SSERAFIM mencoba mengubah agama mereka menjadi sebuah estetika, dengan menunjukkan bahwa nama grup tersebut pun merupakan turunan dari istilah Kristen “le sseraphim”. Namun, Kristen yang ditampilkan LE SSERAFIM tidak mencerminkan arti sesungguhnya.
Sebelumnya, Sabrina Carpenter juga sempat menggunakan gereja tersebut untuk MV lagunya yang berjudul Feather. Sabrina Carpenter juga dikritik keras dan pendeta yang memberikannya ijin untuk syuting di gereja tersebut telah dipecat.
Saat itu pendeta mengatakan tidak tahu atau tidak menyadari ada tarian ‘provokatif’. Namun, tetap saja pendeta itu salah dan akhirnya dipecat.
