5 Fakta Mengerikan Tentang Molka, Kejahatan Awal Pembuka Kasus Burning Sun

Belakangan ini, skandal besar Burning Sun kembali menuai sorotan publik. Hal itu usai BBC merilis film dokumenter Burning Sun di kanal YouTube-nya. Dalam film tersebut, kasus fenomenal yang didalangi Seungri eks BIGBANG mulai terungkap akibat tuduhan kejahatan ‘Molka’ yang dilakukan oleh Jung Joon Young. Molka merupakan istilah untuk menggambarkan kejahatan mengambil gambar, video secara diam-diam tanpa diketahui orang yang direkam.

Untuk lebih tahu fakta tentang Molka, LapakKorea telah membuat beberapa poin penting yang wajib kamu ketahui. Ini dia ulasannya.

1. Istilah yang Hanya Ada di Korea Selatan

Fakta menariknya, Molka merupakan istilah yang hanya ada di Korea Selatan. Pada dasarnya, Molka merupakan singkatan dari Mollae Camera yang artinya merekam diam-diam tanpa sepengetahuan orang yang direkam.

Kemudian hasil rekaman tersebut akan disebarkan ke grup khusus atau situs tertentu. Ini merupakan tindakan ilegal yang merugikan orang lain, terkhusus perempuan.

Sebab, kasus Molka seperti ini biasanya mengambil target para perempuan yang dijadikan objek yang mengarah ke seksualitas.

2. Sudah Ada Sejak 2010

Rupanya, kejahatan Molka ini sudah ada sejak tahun 2010. Ada banyak sekali kamera mata-mata kecil yang biasa diselipkan di beberapa tempat yang tak terlihat mata.

Biasanya dipasang di lubang kecil, retakan dinding toilet umum wanita, atau bahkan di kamar-kamar motel.

3. Hasil Rekaman Molka Akan Disebarkan, Diperjualbelikan hingga Jadi Senjata Ancaman

Yang mengerikan dari Molka adalah hasil rekaman tersebut, bisa disebarkan secara luas di internet, di grup chat, atau bahkan diperjualbelikan di situs porno demi keuntungan satu pihak.

Lebih parahnya, hasil rekaman eksplisit itu biasanya dijadikan senjata oleh seseorang, untuk mengancam korban yang ada di dalam rekaman kamera tersembunyi itu. Tentu tujuannya adalah untuk pemerasan atau hal sebagainya.

4. Kasus Molka yang Kian Tinggi

Melansir dari BBC, tercatat bahwa ada lebih dari 6000 kasus Molka yang berkaitan dengan pornografi telah dilaporkan setiap tahunnya. Bahkan 80 persen korbannya adalah wanita.

Hal ini tentu menjadi mimpi buruk bagi wanita di Korea Selatan ketika berpergian ke tempat umum. Mereka harus sangat teliti dan waspada ketika harus menggunakan fasilitas publik, terutama toilet.

Namun beberapa kasus, kejahatan Molka ini dilancarkan oleh sosok terdekat korban. Bisa jadi teman atau bahkan pacar sendiri.

5. Dampak Psikologis pada Korban

Direkam secara diam-diam saat keadaan sedang di toilet atau sejenisnya, adalah mimpi buruk bagi semua korban. Maka dari itu, kejahatan seperti Molka ini justru akan memberikan dampak psikologis yang cukup serius bagi korban.

Mereka yang menyadari bahwa dirinya menjadi korban kamera tersembunyi, bisa mengalami depresi. Bahkan yang lebih parah, beberapa sumber menyebut bahwa korban bisa saja nekat menghabisi nyawanya sendiri.

6. Kasus Molka Jarang Bisa Terungkap

Lebih memprihatinkan soal kasus Molka, kejahatan seperti ini biasanya jarang bisa terungkap. Hal ini karena korban merasa malu, takut dan memilih tidak mau mengungkapkannya.

Belum lagi, pelaku aksi Molka biasanya sulit untuk ditangkap. Hal ini karena ada faktor perkembangan teknologi yang pesat. Terlebih para pelaku ini biasanya sudah sangat lihai sehingga sangat licin untuk ditangkap.

Di tahun 2017, dari 6.465 kasus yang dilaporkan, hanya 5.437 orang saja yang ditahan. Bahkan yang lebih mirisnya, hanya 119 orang saja yang masuk penjara akibat kejahatan ini.

Itu dia beberapa fakta tentang Molka yang perlu kamu ketahui. Merekam seseorang secara diam-diam adalah tindakan ilegal. Sungguh miris mengetahui bahwa keadilan masih belum ada di pihak korban. Padahal, mereka menjadi pihak dirugikan dalam kasus menjijikan seperti ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *