Review Drama Korea Love Scene Number Rate 19+, Kim Bo Ra Poliamori

Love Scene Number merupakan drama yang menyoroti tema cinta, pernikahan, dan seks. Kisah ini mengambil 4 sudut pandang wanita. Drama ini dibuat oleh platform streaming Wavve dan penyiar terestrial MBC, KBS, dan SBS, yang di mana hanya menayangkan 8 episode.

Love Scene Number menggali kisah empat wanita yang memiliki permasalahan cinta. Keempat wanita ini berusia 23, 29, 35 dan 42 tahun. Mereka menghadapi cinta, pernikahan dan kehidupan seks secara berbeda.

Keempat perempuan itu bernama Nam Doo Ah (Kim Bo Ra), Lee Ha Ram Ryu (Shim Eun Woo), Ban Ya Park (Hwa Young Yoon), dan Chung Kyung (Jin Hee Jung). Cerita mereka akan diceritakan dalam satu episode secara lengkap.

Review ini mengandung spoiler!

Di episode pertama, menceritakan seorang mahasiswa berusia 23 tahun yang mempraktikkan poliamori, dengan tiga pria berbeda. Di adegan lain, ada juga wanita seorang desainer furnitur berusia 42 tahun yang menipu suaminya, setelah mengetahui bahwa suaminya berselingkuh.

Harap bijak, drama ini diberi rate 19+, artinya hanya bisa ditonton orang dewasa. Di drama ini Kebanyakan isi percakapannya, mengenai kehidupan seks dan ketidakpercayaan dengan satu pria. Drama ini benar-benar sangat blak-blakkan, guys!

Wanita yang berusia 23 tahun dan memacari 3 pria ini, diperankan oleh Kim Bo Ra sebagai Nam Doo Ah. Alasan kenapa ia memacari 3 pria, disebabkan karena kisah cinta di masa lalu yang sangat begitu membingungkan.

Nam Doo Ah punya sahabat pria bernama Do Han Wool (Ahn Jung Hun). Mereka sangat dekat, hingga akhirnya pada suatu waktu mereka berpisah karena Han Wool berangkat wamil. Sebelum berpisah salam 2 tahun, mereka menghabiskan malam untuk bercerita hingga akhirnya persahabatan mereka putus setelah melakukan seks.

Sejak saat itu, Nam Doo Ah merasa aneh dan akhirnya memutuskan untuk tetap berteman meski sudah berhubungan intim. Han Wool sebenarnya sudah sangat cinta, tapi perasaan Doo Ah selalu menghalangi.

Anehnya, Doo Ah kencan dengan tiga pria karena perasaannya yang begitu kalut kepada Han Wool. Tiga pria ini dibagi menjadi 3 jenis, yaitu pertama ada yang khusus sekedar jalan-jalan. Kedua khusus memberikan motivasi karena, pria ini memiliki pikiran yang dewasa. Ketiga, memuaskan nafsu seksnya, karena pria ini menurut Doo Ah sangat seksi.

Alasan Tim Produksi mengangkat tema seksualitas

Di episode pertama, drama ini menampilkan hal yang tak terduga. Konflik percintaannya, sangat khas dengan kebudayaan Korea Selatan yang sudah merambah ke gaya Amerika.

Menurut sutradara dan Tim Produksi, drama ini mencoba memberikan gambaran supaya masyarakat Korea Selatan mulai toleran dengan masalah seksual, bukan hanya kepada kejahatan dan kekerasan.

“Dalam kehidupan kami, terutama bagi perempuan, masalah seksual adalah kekhawatiran besar dan kekhawatiran itu sangat wajar. Namun, tidak ada yang membicarakan topik itu, ‚ÄĚkata Kim yang merupakan produser/ penggarap drama ini.

Sebagai drama omnibus, setiap episode dapat ditonton secara mandiri, menampilkan aktor yang berbeda dan menceritakan kisah independen. Satu-satunya pengecualian adalah Kim Young Ah, yang muncul sebagai penulis buku terlaris di keempat episode.

Sutradara dan Produser drama ini, terinspirasi dari film Easy, Modern Lobe, dan Black Mirror.

“Orang Korea menonton banyak drama AS melalui Netflix, tetapi mengapa tidak ada karya Korea yang mendekati tingkat seksualitas itu? Saya memikirkan pertanyaan-pertanyaan ini dan akhirnya merencanakan dan membuat drama ini” ungkap Produser Kim dan screenwriter Hong Kyung-sil.

Drama ini tayang hanya satu kali dalam seminggu, setiap hari Senin pukul 22.40 KST.

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Cahaya Padang

We Have Only Today, Let's Begin!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *